Kufur nikmat kerugian manusia

setiap manusia itu bertanggungjawab terhadap nikmat-nikmat yang diamanahkan kepadanya dan akan disoal di akhirat kelak. – Gambar hiasan



BERSUA kembali dalam ruangan Relung Cahaya pada tahun baru 1431 Hijrah. Semoga cahaya kebenaran sentiasa mengiringi perjalanan kita sekalipun berbagai onak dan duri terpaksa kita tempuhi.

Rasanya baru sahaja kita melangkah masuk ke tahun 1430 Hijrah, hari ini ia telah pun berlalu meninggalkan kita dan tidak akan kembali lagi. Bagaimana kita telah memanfaatkan waktu-waktu yang telah berlalu, hanya kita yang dapat menjawabnya. Sheikh Ibnu ‘Atoillah telah mengingatkan kita tentang nilai waktu menerusi kalam hikmahnya: “Apa yang telah terluput daripada umurmu tidak ada gantiannya, dan apa yang telah terhasil daripada umurmu, tiada ukuran nilai harganya.”

Memanfaatkan masa

Mensia-siakan hak waktu bererti mensia-siakan umur yang begitu berharga kerana umur yang telah berlalu tidak akan kembali lagi. Apabila kita membiarkan ia berlalu tanpa melakukan sebarang amal soleh, maka kita telah terlepas daripada kebaikan yang amat banyak.

Allah berfirman yang bermaksud: Dan sesungguhnya tidak ada (balasan) bagi seseorang melainkan (balasan) apa yang diusahakannya; dan sesungguhnya usahanya itu akan diperlihatkan (kepadanya, pada Hari Kiamat kelak); kemudian usahanya itu akan dibalas dengan balasan yang amat sempurna. (al Najm: 39-41)

Sabda Rasulullah SAW ini wajar dijadikan renungan: “Tidak datang kepada seseorang hamba satu waktu yang tidak disebut nama Allah di dalamnya melainkan akan mendatangkan penyesalan kepadanya pada Hari Kiamat kelak.”

Apabila waktu telah pergi, ia tidak akan dikecapi kembali, dan tiada suatu pun yang lebih mulia daripada waktu. Al Hasan al Basri RA berkata: Saya pernah menemui beberapa kaum yang begitu menjaga dan mengasihi diri dan waktu mereka melebihi daripada penjagaan mereka terhadap dinar dan dirham. Sebagaimana seseorang itu tidak mengeluarkan dirham dan dinar melainkan pada perkara yang mendatangkan manfaat dan faedah kepada dirinya, dia juga tidak akan mensia-siakan diri mereka pada perkara-perkara yang tidak menjurus kepada ketaatan kepada Allah.

Para salafussoleh begitu berhati-hati dan tamak menjaga masa mereka sehinggakan Sayyiduna Ali RA pernah berpesan kepada isterinya Sayyidah Fatimah RA supaya melembutkan dan mencairkan masakan bagi mengurangkan masa mengunyah makanan yang mencuri masanya untuk bertasbih.

Selanjutnya ………. klik di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: